Asyiknya Wisata ke Kampung Sindangbarang

Terletak di kota Bogor, ada sebuah Kampung yang menarik untuk dikunjungi dan bahkan setiap minggu jalanan sana selalu saja padat karena di padati oleh wisatawan dari warga sekitar ataupun luar kota, yaitu kampung Sindangbarang. Selama ada di sana, para wisatwan bisa mengenal lebih dekat tentang budaya Sunda yang ada di Bogor. Kampung Budaya Sindangbarang berada di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari. Kalau dari tengah-tengah Kota Bogor, jaraknya kira-kira hanya 5 kilometer. Saya dan teman-teman mampir ke Kampung Sindangbarang dalam agenda Jalan-jalan Seru Bogor bareng alumni sekolah menengah atas karena sudah lama tidak berkumpul hehe. Untuk memasuki kawasan kampung yang luasnya kira-kira 8.600 m2 ini, ada jalan setapak bebatuan agak menanjak yang musti dilewati. Di ujung jalannya, kampung adat yang cantik ini juga terlihat. Ada sekawanan ibu-ibu yang menyambut para wistaawan sambil bermain angklung. Enam lumbung padi dengan konsep tradisional pun berdiri kokoh di salah satu sisi bagian kampung.

Di sisi lainnya, ada tidak sedikit bangunan khas Sunda di atas tanah Bogor. Seperti Rumah Pesanggrahan yang awalnya dipakai tuk tempat penginapan para tamu keraton, Imah Gede yang bisa disebut sebagai rumah kepala adat, Girang Serat maupun rumah penasehat raja, sampai Balai Riungan tuk tempat berkumpul. Sepanjang berkeliling kampung, ada petugas yang menjadi pemandu dan menjelaskan seputar sejumlah bangunan di sini. Kisah sejarah juga budaya yang melekat pun ikut diceritakan. Memang, kampung budaya itu dibuat tuk melestarikan kebudayaan setempat, dan ditujukan supaya wisatawan bisa belajar kebudayaan Sunda dan adat istiadatnya di Bogor. Kampung Budaya Sindangbarang itu kabarnya ialah yang tertua di Bogor. Kampung yang sudah ada semenjak beberapa abad lalu, kemudian direvitalisasi kira-kira tahun 2006 lalu diresmikan pada tahun 2007. “Tahun 2006 dibangun ke sini. Dibangun tuk melestarikan,” ujar Penanggung Jawab Keamanan Adat dan Sejarah lokal, Ukat Sukatma ketika ngobrol dengan kami semua.

Selain keliling kampung sembari belajar sejarah, pengunjung pun bisa belajar tarian daerah jaipong dan alat musik tradisional di kampung ini. Buat pelatihan itu dioperasionalkan tiap hari, tapi kalau mau langsung melihat pagelarannya, para wisatwan bisa datang saat hari Sabtu. Bila ingin pengalaman yang lebih komplit lagi, ada paket wisata disana yaitu ‘sehari jelajah kampung’. “Andai ingin lihat-lihat kampung saja gratis. Jika mau paket Rp 100 ribu seharian ada juga. Tersedia 8 kegiatan,” ujar Ukat. Pemaparan sejarah, permainan tradisional, belajar angklung gubrak, menumbuk padi, belajar tari jaipong, trekkingserta menangkap ikan, merupakan beberapa kegiatan didalam jelajah sehari Kampung Sindangbarang. Pastinya dong akan seru banget!

Leave a Reply